Sore ini membaca berita di situs berita lokal, ada satu berita yang memprihatinkan: terjadi lagi pembunuhan harimau sumatra - salah satu spesies hewan langka yang dilindungi - oleh warga setempat dengan alasan balas dendam. Pekan lalu rupanya sudah ada 3 harimau yang dibunuh warga dan 1 beruang. Mereka dibunuh karena menyerang manusia yang sedang membersihkan lokasi ladang baru.
Balas dendam? Manusiawi sekali, penuh nafsu dan diikuti pula alasan untuk tetap aman. Tapi apa bisa dibenarkan? Mereka hewan langka, yang sudah jelas-jelas dilindungi negara karena jumlahnya yang semakin sedikit. Hewan, mereka nggak bisa berpikir. Kalau mereka menyerang manusia tentunya ada sebabnya. Mungkin mereka merasa terganggu wilayah berburunya semakin sempit karena pola perladangan berpindah dan semakin banyaknya populasi manusia. Mereka juga butuh ruang untuk bertahan hidup. Mungkin mereka juga takut dengan manusia, dan satu-satunya cara mereka untuk mempertahankan diri dan wilayahnya adalah menyerang. Apa salah?
Di satu sisi dunia kita sibuk membantai binatang langka yang dilindungi yang masih beruntung sempat hidup di alam mereka. Di sisi dunia lain kita merayakan kelahiran hewan-hewan langka tersebut dalam kebun binatang. Apakah nanti kita hanya bisa meihat hewan-hewan tersebut di kebun binatang? Hewan hewan tangkaran yang kehilangan kebebasannya dan jiwa alaminya?
Satu pendapat adalah kita biarkan hewan dan tumbuhan ada di alamnya dan biarkan mereka hidup atau punah seperti yang seharusnya terjadi sesuai hukum alam, yang kuatlah yang bertahan hidup. Atau haruskah kita menangkarkan mereka, membiakkan mereka meskipun pada akhirnya mereka tidak mampu lagi bertahan hidup di alam bebas tanpa campur tangan kita?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar