Senin, 26 Januari 2009

Confessions of a Shopaholic

Buku pertama dari 5 serial Shopaholic karangan Sophie Kinsella ini super lucu dan bikin geleng-geleng kepala. Buat yang doyan baca chicklit cerita seperti ini mungkin sudah biasa, tapi tetap menarik buat dibaca. Sedangkan buat pelahap segala macam buku dan sedang capek baca buku berat John Grisham atau Dan Brown, buku ini cocok buat selingan. Kalau untuk cewek, selingannya bisa berarti harus baca kelima bukunya hehehe...

Buku ini menceritakan kisah keseharian si gila belanja Rebecca "Becky" Bloomwood yang penuh warna. Mulai dari pekerjaannya sebagai financial journalist di sebuah media finance yang biasa-biasa saja - hanya untuk dapat bertahan hidup dan berbelanja tentunya, kesehariannya bersama sahabatnya Suze Cleath-Stuart, sampai hobi shopping yang gila-gilaan.

Diceritakan bagaimana Becky berusaha mengendalikan kebiasaan belanjanya dengan berbagai cara, sekaligus juga jurus-jurusnya menghindari tagihan overdraft kartu kredit. Karakter Becky dan karakter lain dalam buku ini digambarkan sangat kuat, bahkan berlanjut juga di buku lain serial ini.

Selain gila belanja dan sadar merek, Becky juga digambarkan sangat setia kawan dan selalu berusaha mencapai apa yang diinginkan. Berbagai kesulitan yang dihadapinya satu persatu dapat diselesaikan dengan baik meskipun dengan cara yang agak diluar kebiasaan. Perang dingin dengan Alicia "Bitchlonglegs" Billington yang berlanjut di serial berikutnya merupakan salah satu masalah yang dihadapi Becky.

Masalah utama yang dihadapinya dalam buku ini adalah bagaimana ia dapat membayar semua hutang kartu kredit dan menghadapi Derek Smeath, manajer kartu kredit yang setia mengejar Becky kemanapun. Itu pun dapat diselesaikannya dengan baik, sekaligus memecahkan kebuntuannya yang lain dan membantu teman baik keluarganya yang tertimpa masalah keuangan akibat tertipu asuransi.

Becky pun membuktikan bahwa ia bukan wanita berotak kosong yang hanya tahu mengenai mode, baju, tas dan sepatu. Jika penasaran bagaimana serunya, baca saja Confessions of a Shopaholic, sekarang!

Kamis, 22 Januari 2009

The Twilight Saga - Eclipse & Breaking Dawn

Sambungan dari tulisan sebelumnya tentang The Twilight Saga dari Stephenie Meyer.
Buku ketiga dari serial ini berjudul Eclipse.
Dalam buku ini diceritakan bahwa Victoria, vampir yang pasangannya dibunuh oleh Edward Cullen karena berusaha memangsa Bella (buku 1 - Twilight), merencanakan balas dendam kepada Edward dan keluarga Cullen dengan memburu dan membunuh Bella.

Pada saat yang bersamaan perasaan Jacob pada Bella semakin kuat dan ia berusaha mendapatkan cinta Bella. Sikap bermusuhan Jacob terang-terangan ditunjukkan kepada Edward yang tidak akan lagi meninggalkan sisi Bella, kecuali Bella yang menginginkan hal itu. Semua sekarang kembali kepada keputusan Bella.

Dalam buku ini juga diungkapkan masa lalu Jasper yang sebelumnya hanya disebutkan sepintas. Masa lalu Jasper inilah yang nantinya akan berguna membantu keluarga Cullen untuk membasmi sepasukan vampir muda yang diciptakan oleh Victoria untuk membunuh Bella dan memusnahkan keluarga Cullen.

Dalam persiapan pertarungan antara keluarga Cullen yang dibantu oleh kelompok werewolf Jacob dengan pasukan vampir Victoria, Bella menyadari bahwa sebenarnya ia juga mencintai Jacob, pada saat yang sama ia juga mencintai Edward lebih lagi. Ia merasa malu pada Edward, tapi Edward terlalu mencintai Bella untuk menyalahkannya. Dan Bella pun tetap memilih Edward.

Buku ini ditutup dengan kemenangan pertarungan melawan pasukan vampir Victoria dan juga keputusan Bella untuk menikah dengan Edward. Sedangkan Jacob yang patah hati kembali bersama kawanan serigalanya.

Cerita berlanjut ke buku terakhir serial ini, Breaking Dawn. Saking tebalnya, sebenarnya buku ini layak dibagi menjadi 2 buku. Buku ini terbagi menjadi 3 bagian, masing masing bercerita melalui sudut pandang orang tertentu. Bagian satu bercerita dari sudut pandang Bella, bagian dua dari sudut pandang Jacob, dan bagian tiga dari sudut pandang Bella.

Di bagian pertama cerita berkisar tentang ngototnya Bella ingin menjadi bagian dari keluarga Cullen seutuhnya, seorang vampir, pernikahannya dengan Edward Cullen, dan bulan madu mereka.

Edward dan Bella selalu tarik ulur tentang bagaimana, kapan dan siapa yang menjadikan Bella seorang vampir. Edward tentusaja sebenarnya tidak menyukai ide Bella sebagai vampir, tapi seperti selalu ditekankan, Bella ingin selalu bersama Edward, sampai akhir keberadaan mereka.

Pernikahan yang indah dirancang dan hampir saja kacau karena kedatangan Jacob, meskipun akhirnya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah pernikahan mereka langsung berangkat berbulan madu di pulau terpencil milik Carlisle yang diberikan pada Esme. Cerita yang tadinya sepertinya cocok untuk cerita remaja berubah jadi agak-agak ala Harlequin di bagian ini.

Singkat cerita, di saat bulan madu mereka baru berjalan sebentar, mereka sadar bahwa Bella hamil. Paniklah mereka, atau sebenarnya paniklah Edward. Edward ingin agar Bella menggugurkan janin itu karena resiko yang mungkin terjadi padanya mengingat janin itu adalah persilangan antara manusia dan vampir, dan Edward belum pernah mendengar ada hal semacam itu dan resiko apa yang mungkin ada. Bella malah senang dan tidak ingin menggugurkan kandungannya, dan meminta bantuan pada Rosalie, yang memang selalu ingin punya anak. Edward membawa Bella pulang dan meminta bantuan Carlisle mengenai hal ini.

Sementara itu, dibagian kedua buku ini, diceritakan Jacob yang uring-uringan karena tidak tahu kabar Bella. Kabar simpang siur yang didengarnya membuatnya ingin memastikan keadaan Bella secara langsung. Akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi kediaman keluarga Cullen dan mencari tahu. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat keadaan Bella yang sangat 'sakit'. Tapi justru dengan kedatangan Jacob, secara tidak sengaja ia membantu perbaikan kondisi Bella.

Karena pilihannya untuk berada bersama Bella dan keluarga Cullen, Jacob terusir dari kelompok serigalanya. Tapi pada akhirnya beberapa serigala justru mengikuti jejak jacob dan menjadi kelompoknya. Jacob pun turut membantu ketika tiba-tiba Bella melahirkan.

Bella melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Renesme, seorang anak separuh manusia dan separuh vampir yang memiliki bakat khusus. Tapi kelahiran Renesme harus dibayar mahal oleh Bella yang harus hampir kehilangan nyawanya dan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pada saat itulah Edward bertindak untuk menyelamatkan Bella dan merubahnya menjadi vampir.

Perubahan Bella tersebut diceritakan secara detail di bagian ketiga atau terakhir buku ini, sekaligus bagaimana pertumbuhan Renesme dan hubungan Jacob dengan keluarga vampir tesebut. Klimaks dari bagian terakhir ini adalah saat keluarga Volturi kembali datang untuk menegakkan keadilan atas kelahiran Renesme yang dianggap berbahaya. Di bagian ini terungkap bahwa Bella pun sebenarnya memiliki kemampuan khusus yang mampu menyelamatkan mereka semua saat berhadapan dengan keluarga Volturi. Pada akhirnya Edward, Bella, Renesme dan Jacob serta keluarga dan teman mereka live happily ever after.

Sebenarnya cara mengakhiri buku ini agak mengecewakan, bahkan kurang mencapai klimaks yang diharapkan. Kengerian keluarga Volturi juga kurang terasa digambarkan, malah berkesan bertele-tele. Tapi secara umum, the Twilight saga adalah salah satu serial yang sangat sukses dan digemari. Seandainya Stephenie Meyer berubah pikiran dan memutuskan untuk menulis lagi lanjutan dari serial ini, aku yakin pasti banyak yang akan menanti-nanti.