Rabu, 10 Desember 2008

Cereal - The Story

Sekotak cereal rasa madu yang kubeli untuk campuran coklat lebaran masih tergeletak utuh tak tersentuh diatas kulkas. Yet, aku malah beli cereal coklat dalam sachet untuk cemilan si kecil. Hmm, bukan ibu yang baik ternyata aku ini (untuk hal ini aku mengaku, untuk yang lain nanti dulu). Apa betul cereal yang kubeli dan kuberikan untuk si kecil itu benar-benar baik dan berguna seperti yang diklaim dalam iklannya? Is it really healthy?

Cereal - The Origin

Cereal dibuat pertama kali dan diperkenalkan pada publik dengan label Granula oleh seorang aktivis gerakan vegetarian Amerika, Dr. James Jackson, pada tahun 1863. Belum berbentuk kepingan seperti kebanyakan cereal saat ini, tapi masih berbentuk kotak seperti biskuit. Pada waktu itu menu utama diet orang Amerika terdiri dari daging babi, wiski, dan kopi. Selain menimbulkan masalah pada pencernaan, menu tersebut juga diduga memicu timbulnya gairah berlebih dan rasa malas. Oleh karena itu aktivis gereja mengkategorikan menu tersebut, terutama daging, sebagai 'dosa'. Cereal Dr. Jackson merupakan alternatif hidangan yang 'bebas dosa' dan menyehatkan.

Sayangnya cereal Dr. Jackson tidak sukses menembus pasar, akan tetapi kehadiran produk tersebut menarik minat Dr. John Kellogg. Kellogg yang mempunyai sebuah pusat kebugaran di Battle Creek, Michigan, menerapkan sistem terapi baru kepada pelanggannya - kaum ningrat, hartawan, dan sosialita. Termasuk didalamnya adalah terapi nutrisi berimbang dengan menu cereal yang serupa dengan Granula yang diproduksi Jackson, tapi dengan nama Granola.

Sukses besar diraih Kellogg dalam penjualan Granola. Kemudian dengan berkolaborasi dengan saudara laki-lakinya, W.K, Kellogg melakukan banyak eksperimen yang akhirnya menemukan breakfast cereal flakes.

The Ad has it all
Kesuksesan penjualan cereal tidak mungkin terlepas dari iklan yang 'mengundang'. Semakin banyaknya orang yang terjun ke bisnis cereal membuat perang iklan tak dapat dihindari. Mulai dari jargon-jargon dan klaim menyembuhkan penyakit - cereal ditambah unsur sayuran agar tampak 'sehat', sampai maskot masing-masing merek cereal.

Salah satu produk cereal terkenal saat itu adalah Force dengan maskotnya Sunny-Jim. Force Food Products paad waktu itu mengadakan kompetisi maskot untuk mempromosikan produk cereal Force. Kompetisi itu dimenangkan oleh seorang anak sekolah bernama Ficken. Segera setelah ditemukan tahun 1903, Sunny Jim menghiasi kotak-kotak cereal Force yang laris manis.

Fakta tersebut segera menyadarkan pebisnis cereal, bahwa setiap cereal membutuhkan karakter sebagai maskotnya. And you know what? Pada saat Great Depression, Charles Post, salah satu pebisnis cereal bahkan mempekerjakan seorang kartunis untuk membuat karakter kartun untuk Post Toasties dan membayarnya $ 1.5 juta untuk tahun pertama. Kartunis tersebut adalah Walt Disney, dan ia mempergunakan uang honornya untuk mulai membangun kerajaan Disney-nya.

Perang iklan semakin kuat ketika televisi semakin populer. Produk cereal tercatat sebagai salah satu pemasang iklan televisi terbesar bahkan sampai saat ini. Setelah era televisi berwarna tiba, iklan cereal semakin cantik dan menarik dengan karakter kartun hewan beraneka ragam dan beraneka warna. Kemasan cereal pun dipercantik sesuai target konsumennya.

Para cukong cereal sadar bahwa anak-anak adalah konsumen yang sangat mudah ditarik. Maka, tidak hanya mereka menambahkan gula (dan coklat, dan madu..dan dalam kandungan yang sangat banyak sekalipun) dalam produk cereal mereka, mereka juga melakukan promo-promo menarik lainnya untuk menarik minat anak-anak mengkonsumsi cereal produk mereka.

Lihat gambar disamping ini sebagai contohnya. Ok, memang itu bukan karakter kartun. Tapi anak mana yang nggak suka sama Kapten Jack Sparrow? Plus tulisan Naturally Sweetened Chocolate Pearl-Shaped Cereal with Pirate-Shaped Marshmallow. Hmm.. yummiee...

Saat ini jika dihitung, terdapat lebih banyak cereal manis (mengandung gula) jika dibandingkan cereal non gula. Akhirnya, cereal sudah melenceng dari tujuan utama cereal dibuat. Memang, tujuan Dr. Jackson untuk menggantikan daging babi dengan cereal sebagai menu sarapan pagi sudah tercapai. Tapi cereal hari ini sudah tidak sama lagi dengan cereal dulu.

So, ibu, mohon dibiasakan untuk melihat, membaca dan memahami lebih lanjut kandungan nutrisi cereal yang tercetak di kotaknya. Jika whole-grain cereal memang bagus untuk kesehatan, maka perhatikan kandungan gula dan bahan tambahan lainnya yang mungkin tidak benar-benar diperlukan dalam menu sarapan si kecil. Ibu bijak selalu cermat.

Tidak ada komentar: