Kamis, 20 November 2008

Minuman Isotonik - Perlukah?

Mencegah Kerut dengan Ion
Kalimat tersebut sekilas aku lihat di sebuah iklan minuman isotonik yang sedang gencar memasarkan produknya, pada saat perjalanan ke kantor. Selanjutnya sepanjang jalan aku terus memikirkan betapa iklan tersebut sungguh menggoda. Bayangkan! Mudah sekali kan untuk mencegah keriput hanya dengan minum minuman isotonik itu? Benarkah?

Untuk masyarakat kita yang sangat konsumtif, iklan semacam itu sangat menggoda, thus menyesatkan. Dengan dalih minuman isotonik atau elektrolit yang dapat menggantikan ion tubuh yang hilang saat beraktifitas, minuman isotonik beralih dari minuman untuk olahragawan ke minuman kesehatan, bahkan minuman kecantikan. Produsen juga dengan gencarnya menggembar gemborkan pentingnya minuman isotonik ini untuk kesehatan tubuh kita. Minuman ini cocok untuk siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Apa sih sebenarnya minuman isotonik itu?

What is isotonic sport drink?
Coba lihat di wikipedia tentang sport drink. Isotonic sport drink adalah satu dari tiga tipe minuman olah raga (baca: minuman untuk olahragawan/orang yang sedang berolah raga) yang mengandung air dan komponen nutrisi lain yang serupa dengan nutrisi yang ada dalam tubuh manusia, serta 6-8% gula.

Dari awal, minuman isotonik memang dikhususkan untuk olahragawan atau orang-orang yang bekerja dan menghasilkan banyak keringat sehingga memerlukan rehidrasi. Jadi minuman ini bukan untuk dikonsumsi sembarangan karena mineral yang terkandung didalamnya adalah untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang terbawa keringat. Bila kita tidak dalam kondisi mengeluarkan banyak keringat dan mengkonsumsi minuman ini, hati-hati.

Mineral yang terkandung dalam minuman isotonik antara lain adalah garam (NaCl). Bila kandungan garam dalam tubuh meningkat terlalu banyak, tanpa ada pembuangan yang besar pula, maka akan memicu hipertensi yang dapat memicu pula kerusakan tubuh lainnya.

Memang, bila kita banyak mengeluarkan keringat dan garam, kulit kita akan cepat kering dan keriput bila tidak segera tergantikan. Karena kelembaban kulit tidak terjaga, banyak sel-sel kulit yang rusak dan mati. Tapi untuk menjaga kelembaban kulit tidak serta merta harus minu minuman isotonik, karena mineral yang diperlukan tubuh juga terdapat pada makanan yang kita makan sehari-hari.

Menyesatkan
Dengan pengetahuan terbatas dari sekolah dan bantuan googling serta logika yang lumayan, menurutku iklan-iklan minuman isotonik lebih cenderung menyesatkan dan hanya dibuat untuk menguntungkan produsen tanpa benar-benar mengedukasi konsumen. Fakta-fakta yang dibuka dan digembor-gemborkan dalam iklan justru mengaburkan fakta lain yang tak kalah pentingnya untuk diketahui konsumen mengenai produk minuman tersebut.

Jika peduli pada kesehatan, sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi minuman isotonik. Bukan berarti kita tidak boleh minum sama sekali, tapi dalam kadar sehat misalnya sehari sekali atau hanya bila berolahraga. Sekali lagi kita sebagai konsumen harus bersikap bijak dalam memilih produk yang akan kita konsumsi sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu, sebaiknya para produsen dan industri periklanan sebaiknya menilik kembali etika promosi suatu produk, karena bila tidak berhati-hati malah akan menjadi bumerang bagi produsen.

1 komentar:

Bangsari mengatakan...

begitulah, dunia kita diliputi terlalu banyak informasi yang, sayangnya kita tak punya banyak waktu untuk berfikir jernih.